Ini Harga Dari Sebuah Kesuksesan, Berani Bayar?

Berapa sich harga dari sebuah kesuksesan?

Sayangnya, harga sebuah kesuksesan tidak bisa dibeli dengan uang. Bukan dengan rupiah atau dollar Amerika. Anda memang bisa membeli berbagai hal dengan uang, namun apa pun yang Anda beli, itu bukan sebuah kesuksesan. Kesuksesan tidak dilihat benda atau materi yang Anda miliki, tetapi dilihat proses bagaimana Anda mendapatkannya.

Definisi sukses itu sederhana, tidak usah dibuat rumit. Success is achievement of a goal. Sukses adalah pencapaian sebuah tujuan. Bukan fokus pada tujuannya, tetapi fokus pada proses pencapaiannya. Kehadiran tujuan memberikan makna pada kesuksesan Anda.

Seseorang yang memiliki uang Rp 1.000.000.000 belum tentu seorang yang sukses. Namun seseorang yang memiliki tujuan mendapatkan uang Rp 10.000.000 dan dia berhasil mencapainya, dia bisa dikatakan sukses. Orang yang memiliki uang Rp 1 M bisa dikatakan sukses jika itu adalah tujuannya dan dia mencapainya dengan usaha sendiri.

Sukses adalah proses mengubah diri Anda, dengan usaha diri Anda sendiri, dari sebuah kondisi ke kondisi yang Anda inginkan (goal). Yang namanya berubah selalu membutuhkan energi dan waktu. Ada energi yang harus Anda keluarkan dan waktu yang dilalui untuk berubah, dan inilah harga sebuah kesuksesan.

Seperti Anda ingin sebuah benda di sebuah toko, jika Anda meinginkannya, maka Anda harus bersedia membayar harganya. Jika Anda ingin sukses, maka Anda harus bersedia membayar harga kesuksesan itu. Tidak ada cara yang lain.

 

Harga Sebuah Kesuksesan adalah Kompensasi

Bob Proctor puts the Law of Compensation like this: “What you are getting is a result of the efforts you are putting out there. If you want to have better results, you have to think of a new or better way to deliver that value. You must BECOME the person of value to receive anything of value.”

Menurut Bob Proctor, apa yang Anda dapatkan adalah hasil dari usaha Anda di luar sana. Jika Anda ingin hasil yang lebih baik, Anda harus berpikir cara baru atau lebih baik untuk memberikan nilai. Anda harus menjadi orang bernilai untuk mendapatkan nilai.

Intinya siapa yang menanam, dia yang mendapatkan. Setiap manfaat dan nilai yang Anda berikan, Anda akan mendapatkannya lagi dengan nilai yang sama. Anda bisa memberikan nilai berupa benda, kata-kata, pemikiran, karya, tenaga, pekerjaan, dan sebagainya dan Anda akan mendapatkan balasan sesuai dengan yang Anda berikan.

Jika Anda ingin uang sebesar Rp 1 M, maka Anda harus memberikan kompensasi sebesar atau senilai uang Rp 1 M. Baik itu berupa produk, jasa, nasihat, atau pekerjaan lainnya. Adalah tidak adil, jika yang Anda berikan senilai Rp 100 juta tetapi berharap Rp 1 M.

Apa pun yang Anda inginkan, Anda harus siap memberikan konsekuensinya. Itu pasti.

Jika Anda berpikir ada cara cerdik, cara magis, cara aneh, cara tanpa kerja, cara tanpa memberikan kompensasi untuk sukses, maaf jika Anda kecewa. Jika kita melihat orang begitu mudah meraih apa yang mereka inginkan, bisa jadi mereka sudah membayarnya pada waktu yang lalu dan sekarang tinggal memetiknya.

Ibarat orang pemilik pohon karet. Sekarang setiap hari bisa memanen getahnya, seolah mudah. Padahal kita tidak mengetahui perjuangannya bertahun-tahun lalu menanam karet, itu akan membutuhkan kerja keras, energi dan waktu. Begitu juga jika kita melihat orang dengan mudah mendapatkan uang, bisa jadi dia sudah lama memberikan kompensasi dan sekarang tinggal memetik hasilnya.

Bahkan, saat do’a dikabulkan, kompensasi tetapi diperlukan karena ini bagian dari sunatullah atau hukum alam. Selalu ada sebab akibat. Saat Allah mengambulkan do’a, jalan akan terbuka, ide-ide bemunculan, orang-orang menghampiri Anda serta kondisi begitu mendukung. Anda harus menyambutnya dengan cara memberikan kompensasi berdasarkan hukum alam dan hukum perniagaan yang berlaku.

Hukum alam atau sunatullah adakah ciptaan Allah, sehingga saat Allah mengabulkan do’a Anda akan mengikuti hukum alam yang ada. Salah satu hukum alam itu adalah hukum sebab akibat yang salah satu bagiannya adalah hukum konpensasi ini. Cara Allah mengabulkan do’a Anda akan disesuaikan dengan hukum alam. Jadi Anda harus mengikutinya.

Jadi tidak ada alasan saat Anda enggan memberikan kompensasi alias tidak mau membayar harga kesuksesan yang setara dengan apa yang Anda inginkan. Jika Anda ingin mendapatkan sesuatu, bersiaplah memberikan waktu dan energi untuk meraihnya.

Anda Mampu Membayarnya, Begini Caranya

Kadang terbetik pemikiran, bahwa kita tidak akan mampu. “Kirain ada cara ajaib, dimana tanpa susah payah bisa kaya. Kalau begitu saya tidak mampu.” Bisa jadi, pemikiran seperti inilah yang menghalangi kebanyakan orang untuk meraih sukses. Bukti, jika ada peluang penawaran sukses secara instan, masih banyak orang yang terbujuk rayu.

Pertama, cara ajaib yang melawan hukum alam itu tidak ada. Anda tetap harus mengikuti hukum alam selain hukum Allah yang tertulisa dalam Al Quran.

Kedua, mungkin ada pemikiran atau anggap membayar harga kesuksesan adalah sebuah “susah payah”. Bukan, bukan susah payah. Anda hanya harus kerja atau memberikan kompensasi sepadan dengan apa yang Anda inginkan. Wajar bukan?

Jika Anda berpikir susah, maka akan susah. Jika Anda pikir bisa, in syaa Allah akan bisa. Jadi jangan dulu mengatakan susah atau tidak bisa. Anda bisa, karena potensi Anda sudah sesuai dengan pikiran dan keinginan Anda. Selama pernah ada orang yang meraih, artinya Anda juga bisa. Karena mereka orang dan Anda juga orang yang memiliki potensi yang sama.

Langkah pertama agar Anda bisa memberikan kompensasi yang besar sehingga mendapatkan balasannya yang besar pula adalah kesadaran akan sukses. Kesadaran akan sukses adalah sebuah pengetahuan dan keyakinan bahwa Anda bisa sukses. Karena dilihat dari sisi apa pun, Anda bisa sukses.

Jika Anda belum mengetahui sekarang, Anda akan mengetahuinya. Mulailah dengan memberikan kompensasi semampu Anda. Jangan khawatir meski pun nilai yang Anda berikan seolah kecil. Anda akan menemukan jalan saat Anda bisa memberikan nilai yang besar. Mulai dari apa yang Anda mampu untuk memberikan manfaat bagi manusia dan alam.

Langkah kedua adalah hilangkan semua ketakutan dan keraguan. Ini penghalang terbesar Anda. Baik terhadap hasil maupun terhadap diri sendiri. Tak ada yang perlu ditakuti. Setiap kegagalan dan kesalahan mengandung manfaat yang sepadan dan nanti akan kita rasakan.

Percayalah, tidak ada kegagalan itu. Kegagalan Anda sebenarnya sebuah nilai yang hanya belum terlihat manfaatnya, tapi ada dan nanti akan Anda rasakan. Setiap penolakan, rasa sakit, kerugian, dan kehilangan semuanya akan kembali dalam bentuk lain kepada Anda.

Setiap kemalangan, setiap kegagalan, dan setiap kesulitan membawa benih manfaat yang setara atau lebih besar. ~ Napoleon Hill

Saya yakin, barang siapa memberi akan menerima. Kebaikan akan kembali kepada kita. Setelah kesulitan ada kebaikan.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,…” (Q.S: al-Isra’: 7)

Dan mungkin Anda pernah mendengar dan membaca tentang balasan sedekah? Sudah banyak ustadz yang membahasnya. Dan sedekah itu tidak selamanya dengan cara memberi uang. Anda bisa sedekah dengan ilmu, tenaga, bahkan senyum aja bisa sedekah. Intinya memberikan manfaat atau nilai kepada sesama, baik materi maupun non materi, selama ikhlas bisa dianggap sedekah.

Bagaimana Jika Sudah Membayar Tetapi Belum Mendapatkan

Tenangkan diri Anda, jangan mengeluh jangan marah. Jika mengeluh atau protes (kepada siapa?) berarti Anda tidak meyakininya. Jika yakin maka balasan untuk Anda akan datang, cepat atau lambat.

Jika tidak datang, itu artinya ada yang salah atau kurang. Bisa jadi sejauh yang Anda saat ini adalah kompensasi dari apa yang Anda lakukan. Mungkin Anda berharap besar, sementara kompensasi Anda sebenarnya kecil, hanya saja Anda anggap besar.

Kuncinya adalah terus tingkatkan kualitas dan kuantitas kompensasi yang Anda berikan. Mungkin Anda merasa sudah banyak tetapi kualitasnya rendah bahkan nol. Contohnya banyak beramal tetapi tidak ikhlas, niat yang salah, berharap yang salah. Cobalah lebih tulus dan biarkan serahkan kepada Allah balasan yang akan Anda terima.

Jangan berharap dari orang yang Anda bantu. Cara balasan itu datang bisa dari berbagai cara. Allah bisa melakukan apa pun, melalui siapa pun, dan kapan pun memberikan balasan kepada Anda, termasuk di akhirat nanti.

Saat Anda masih belum mendapatkan, tidak ada cara lain. Tingkatkan kualitas dan kuantitas, hapus semua ketakutan dan keraguan. In syaa Allah, apa yang Anda inginkan akan Anda dapatkan.

“Being a giver is not good for a 100-yard dash, but it’s valuable in a marathon” ― Adam M. Grant,

Penerapan: Sukses Itu Dimulai Dengan Memberi

Mungkin Anda pernah mendengar pepatah, give and take. Memberi maka menerima. Memberi apa? Seperti dijelaskan diatas, memberi manfaat dan nilai kepada alam dan sesama, maka Anda akan mendapatkan balasannya.

Saya teringat kata Nasrullah penulis buku Magnet Rezeki, bahwa pintu rezeki Anda adalah dititipkan melalui kebahagiaan orang lain. Kebahagiaan orang-orang yang menerima produk Anda, menerima jasa Anda, menerima nasihat Anda, menerima bimbingan Anda, menerima pekerjaan Anda, dan sebagainya.

Bagaimana agar mereka bahagia? Itulah pertanyaan terpenting yang harus Anda jawab dan aplikasikan setiap hari.

Jika Anda menjual produk, kemudian si penerima bahagia setelah menerima dan memanfaatkan produk tersebut, maka Anda sudah memberi. Padahal dia sudah membayar kita, tetapi dia begitu bahagia. Bagaimana agar mereka bahagia? Itu tugas Anda.

Jika Anda seorang karyawan, bagaimana agar atasan atau perusahaan bahagia atas kerja Anda. Artinya Anda harus bekerja sebaik mungkin untuk menjadikan mereka bahagia. Bahkan, disaat Anda tidak menyukai pekerjaan itu, Anda tetap harus memberikan yang terbaik. Balasan tidak harus datang dari perusahaan tempat Anda bekerja saat ini.

Jadi, apa pun profesi Anda, memberikan kebahagiaan harus menjadi sebuah mindset. Kita memang tidak bisa membahagiakan semua orang, namun bukan berarti kita tidak melakukan. Berikan kebahagiaan kepada sebanyak mungkin orang, maka sukses akan menghampiri Anda.

Memberi adalah menyerahkan apa yang Anda miliki. Anda mungkin akan mengorbankan waktu dan energi untuk memberikan sesuatu kepada orang lain. Waktu dan energi inilah yang disebut harga kesuksesan. Menghasilkan manfaat dan nilai akan selalu membutuhkan waktu dan energi.

Jadi, siapkan waktu dan energi Anda untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik dalam bentuk produk atau pelayanan dan menyebarkannya ke sebanyak mungkin orang. Semakin banyak orang yang menerima manfaat Anda, akan semakin sukses Anda. Inilah harga dari sebuah kesuksesan.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield