Sebanyak Apa Yang Disebut Terlalu Banyak Berpikir Itu?

Jangan terlalu banyak berpikir! Benarkah?

Anda sering mendengar perkataan seperti ini? Mungkin dari motivator, dari pembicara, dari pebisnis sukses dan sebagainya.

Ya, tujuannya supaya Anda bertindak.

Pertanyaanya adalah, sebanyak apa yang disebut terlalu banyak berpikir itu?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu. Terlalu banyak berpikir sampai Anda tidak bertindak, jelas salah. Namun jangan sampai membuat kita menjadi malas berpikir.

Beberapa fakta dibawah, akan menjadikan Anda berpikir olah dan memahami bagaimana pentingnya berpikir dalam meraih sukses.

jangan terlalu banyak berpikir

Berpikir Ulang Tentang Jargon “Jangan Terlalu Banyak Berpikir”

Yang penting bertindak?

Betul, bertindak itu penting, tetapi bukan berarti mengabaikan pentingnya berpikir.

Bagaimana Orang Sukses Berpikir?

Jika ada yang beranggapan banyak berpikir itu tidak baik, yuk kita perhatikan fakta-fakta orang sukses tentang berpikir.

Warren Buffett, salah seorang terkaya di Dunia, kata partner bisnisnya (Charlie Munger), dia menghabiskan banyak waktu untuk berpikir. Katanya, estimasi waktu yang dihabiskan untuk berpikir adalah 80% dari waktu kerja dia.

Apakah 80% itu kebanyakan? Nyatanya dia menjadi orang kaya, bahkan salah satu orang terkaya di dunia.

Menarik apa yang dikatakan oleh Abraham Lincoln

Give me six hours

Berikan saya 6 jam untuk menebang pohon dan saya akan gunakan 4 jam pertama untuk mengasah kapaknya. (Abraham Lincoln).

Artinya memikirkan matang-matang terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Yang dimaksud kapak itu adalah pikiran.

Bagaimana dengan orang-orang sukses lainnya?

  • Bill Gates punya waktu khusus untuk berpikir.
  • Jeff Weiner, CEO LinkedIn, 2 jam sehari untuk berpikir dan tidak boleh diganggu
  • AOL CEO Tim Armstrong, menyuruh anak buahnya berpikir selama 4 jam per minggu
  • Bob Proctor menjadi orang kaya setelah mempraktekan buku Think and Grow Rich (di dalam buku itu dijelaskan beberapa teknik berpikir yang luar biasa).
  • dan masih banyak lagi kalau mau saya riset lagi.

Nah, orang-orang sukses saja memberikan perhatian besar terhadap berpikir, kenapa kita tidak? Bahkan saya malah berpikir, banyak orang tidak berubah meski sudah bekerja keras dalam waktu lama, karena dia atau mereka kurang berpikir.

Berpikir Adalah Cara Menjadi Kaya

Betul, tanpa tindakan percuma. Tapi tindakan yang akan membuat Anda kaya adalah tindakan yang sudah dipikirkan matang-matang. Tindakan yang sudah diasah, sehingga tajam.

Berpikir memang susah, berpikir adalah kerja keras. Itulah kenapa hanya sedikit orang yang mau berpikir. Seperti kata Albert Einstein dan Henry Ford:

Anda tahu siapa Henry Ford? Ya, salah seorang pebisnis sukses pada zamannya. Mungkin Anda mengenal mobil merk Ford?

Robert T. Kiyosaki pernah mengatakan seperti ini:

Thinking is hard work. When you are forced to think, you expand your mental capacity. When you expand your mental capacity, your wealth increases.” ~ Robert T. Kiyosaki.

Berpikir Menemukan Ide Brilian

Mungkin kita pernah membaca kisah sukses tentang sebuah ide brilian yang datang tiba-tiba. Bisa saja, tapi tidak semua ide yang datang tiba-tiba itu tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Belajar kepada Archimides, dia menemukan ide brilian saat mandiri. Yang harus kita fahami, sebelumnya dia sudah berpikir keras untuk menemukan ide tersebut.

Einstein bernah berkata, saya tidak pinter-pinter amat, tetapi lebih lama berpikir.

Jadi, jangan mengira ide itu akan datang tiba-tiba, tetapi carilah, pikirkan terus. Bisa jadi, memang, setelah Anda berpikir keras, ide itu datang disaat waktu yang tidak kita kira. Bahkan saat kita tenang tidak memikirkan ide itu.

Di ebook saya Anda Pun Bisa JeniusAnda Pun Bisa Jenius, saya sarankan untuk mengambil waktu untuk tenang setelah mengumpulkan informasi dan berpikir.

Ide brilian adalah salah satu cara bagaimana Anda meraih sukses, termasuk dalam bisnis seperti yang saya jelaskan dalam Video Bisnis Anti Gagal.

Jika Anda belum menemukan ide brilian saat ini, mungkin Anda memang kurang memikirkan. Jika sudah, teruslah berpikir sampai ide itu datang. Tentu sambil mengerjakan apa yang selama ini kerjakan.

Berpikir Menemukan Solusi Masalah Anda

Masalah bisa datang kapan saja. Masalah bukan berarti Anda mengalami musibah saja. Masalah bukan berarti Anda memiliki kekurangan saja. Saat Anda tidak bisa melakukan sesuatu, artinya Anda punya masalah.

Masalah bisa berupa penghalang, penghambat, atau rintangan Anda melakukan sesuatu. Agar Anda bisa berjalan terus, maka Anda harus mengatasi masalah itu. Anda harus menemukan solusi.

Proses menemukan solusi ada di pikiran Anda. Bukan tindakan. Anda hanya bisa bertindak setelah Anda menemukan solusi itu. Pikirkan dulu solusinya, kemudian bertindak.

Banyak orang yang menyerah karena ada masalah tanpa memikirkan dulu solusinya (kadang mereka merasa sudah berpikir). Sudah Anda memikirkan solusi atas masalah Anda? Sudah Anda mengetahui metode cara memecahkan masalah seperti yang saya jelaskan di ebook saya The Solution Secret?

Berpikir Melakukan Sesuatu Dengan Cara Terbaik

Pernahkah Anda melihat ada seseorang lebih mudah melakukan sesuatu dibanding yang lainnya? Ya, karena dia mengetahui cara terbaik atau lebih baik melakukannya. Sama-sama bertindak, tetapi caranya yang berbeda.

Tahukah Anda, apa pun yang Anda lakukan saat ini bukanlah yang terbaik. Ada cara yang lebih baik dibandingkan apa yang Anda lakukan saat ini. Apa itu? Berpikirlah. Pernahkah Anda memikirkannya? Kebanyakan orang jarang atau jarang memikirkan, kecuali saat tindakannya sudah tidak berhasil.

Nah, jika Anda ingin hasil lebih baik atau ingin hasil lebih banyak (produktif), di ebook saya Revolusi Waktu, saya menekankan untuk memikirkan cara apa-apa yang sedang Anda lakukan saat ini.

Agar Berpikir Anda Lebih Ampuh

Mungkin ada yang mengalami, sudah berpikir keras tetapi masih belum mendapatkan jawabannya. Bagaimana? Ya berpikirlah terus, hanya saja Anda perlu meningkatknya.

Ada dua hal yang bisa Anda lakukan untuk menemukan jawaban yang belum ketemu juga:

  • Lakukan percobaan. Bahkan untuk ide yang tidak sempurna, kadanga dengan sebuah percobaan bisa membuka terhadap jawaban yang lebih baik. Ada ide? Belum pasti? Cobalah dan analisa hasilnya.
  • Perbanyak informasi. Perlu diingat bahwa berpikir itu pada dasarnya memproses informasi menjadi sebuah kesempulan tertentu. Mungkin informasi Anda tidak cukup, maka tambahkanlah dengan membaca buku, dengan pengumpulan data, dan seterusnya.

Sudah banyak buku yang merupakan hasil pemikiran dan praktek orang lain yang bisa kita acuan untuk berpikir. Kita tidak cukup punya waktu untuk memikirkan semuanya. Dengan membaca buku, kita bisa menyerap hasil pemikiran orang lain, dengan lebih cepat.

Bahkan bisa jadi ide dan solusi sudah ada di buku. Jika belum, maka informasi yang ada di buku bisa menjadi titik tolak kita berpikir.

Saya sangat mudah membedakan pemikiran orang yang rajin menuntut ilmu dengan yang tidak. Meski mereka merasa sudah cerdas, tapi landasan berpikir yang lemah tidak akan menghasilkan sesuatu yang hebat. Good input good out put.

Terlalu Banyak Berpikir Membuat Ragu?

Yang dikhawatirkan dan mungkin sering terjadi, banyak berpikir malah membuat kita ragu. Bisa jadi, jika cara berpikirnya salah. Itu juga bisa karena berpikirnya tidak tuntas.

Keraguan juga mungkin terjadi karena berharap sesuatu yang sempurna. Padahal tidak ada yang sempurna. Anda tidak akan menemukan ide atau solusinya yang sempurna dan memiliki kepastian berhasil. Tidak ada itu.

Dengan berpikir, Anda akan menemukan ide dan solusi terbaik, bukan yang sempurna. Itu pun tetap tidak ada kepastian. Tanpa berpikir tidak pasti, dengan berpikir tidak pasti pula. Bedanya, dengan dipikirkan dulu, kita bisa memilih solusi terbaik dan mengantisipasi resikonya.

Ide dan solusi pun bisa disempurnakan dengan cara dicoba. Jadi jangan ragu, cobalah kemudian sempurnakan. Cobalah kemudian sempurnakan. Ya, seperti berpikir para analis atau ilmuan. Sebenarnya metode itu bisa diterapkan dalam aspek kehidupan lainnya, termasuk dalam bisnis.

Sebenarnya keraguan itu bukan disebabkan oleh karena berpikir keras, tetapi lebih kepada mindset atau pola pikir yang kurang. Jadi perbaiki dulu pola pikir Anda perbaiki dulu pola pikir Anda jika Anda masih suka ragu.

Bukan Keseimbangan Antara Berpikir dan Bertindak

Yang benar adalah berpikir dan bertindaklah sesuatu dengan keperluannya masing-masing. Dalam satu kasus, bisa saja porsi bertindak lebih banyak. Dalam kasus lain, porsi berpikir lebih banyak. Kapan? Ya Anda akan menemukan saat Anda berpikir.

Seperti dijelakan di quote-quote diatas jelaskan, bahwa berpikir itu sulit. Bahkan lebih berat dibandingkan dengan tindakan. Hanya sedikit yang mau berpikir dengan keras.

Jika Anda menjadi salah seorang yang mau berpikir, maka Anda akan menjadi orang dengan kualitas diatas rata-rata. Maka, mulailah mau berpikir.

Saya tidak sedang membahas mana yang lebih penting antara berpikir dan bertindak. Saya tidak akan menjawabnya karena itu pertanyaan salah atau tidak perlu ditanyakan. Kita diberi potensi pikiran dan fisik, artinya keduanya harus digunakan sesuai dengan proporsinya.

Terlalu banyak berpikir sampai Anda tidak bertindak adalah salah. Sebaliknya, terlalu banyak bertindak tanpa berpikir juga salah.

4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield