Strategi Mencapai Tujuan Hidup Agar Anda Mampu Meraihnya

Kenapa kita harus membahas strategi mencapai tujuan hidup? Karena strategi berfungsi untuk memastikan atau meningkatkan peluang keberhasilan kita meraih tujuan.

Jika Anda selama ini belum juga meraih tujuan yang sudah lama ditetapkan, mungkin strategi Anda salah atau Anda belum memiliki strategi sama sekali. Artikel ini akan membahas, bagaimana cara menyusun strategi yang tepat.

Sebelumnya sudah ada beberapa artikel yang membahas tentang pentingnya membuat tujuan, kemudian cara meraih tujuan, dan bagaimana agar konsisten dalam meraih tujuan. Anda sebaiknya membaca artikel-artikel tersebut sebelum atau sesudah membaca artikel ini.

strategi mencapai tujuan hidup

Apa Itu Strategi Mencapai Tujuan Hidup?

Anda Membutuhkan Strategi

“Buat apa sich memikirkan strategi segala? Langsung action saja!”

Saya pernah mendengar kata-kata seperti ini. Anda pernah dan mungkin sependapat?

Begini. Jika kita mendengar kata strategi, kita mungkin mengaitkannya dengan cara memenangkan olah raga atau peperangan. Ya, karena strategi diperlukan untuk kemenangan.

Bayangkan jika para tentara dikirim ke medan perang tanpa arahan yang jelas. Tentara akan bingung mau ngapain. Anda (sebagai komandan) tidak bisa hanya menyuruh mengalahkan lawan tanpa menyusun sebuah strategi untuk memenangkan pertempuran.

Mungkin Anda pernah menonton film 300, kisah perjuangan 300 Spartan melawan 300.000 pasukan Persia. Meski akhirnya kalah, tetapi pasukan Persia tidak mudah mengalahkan pasukan Spartan yang hanya terdiri dari 300 orang saja. Coba pikirkan, 300 orang hampir saja mengalahkan 300.000 orang.

Kenapa 300 orang ini begitu kuat? Selain pasukan Spartan yang dikenal memiliki daya juang tinggi, namun yang lebih penting adalah strategi perang yang mereka terapkan. Strateginya cukup jitu. Mereka kalah bukan kesalahan strategi tetapi adanya pengkhianat.

Jika mereka tidak menerapkan strategi yang tepat, apalagi tidak memikirkan strategi, 300 orang itu akan lebih mudah dibantai oleh pasukan sebanyak 300.000 pasukan Persia dengan persenjataan yang lengkap. Nyatanya tidak, pasukan Persia susah payah mengalah pasukan Spartan.

Setiap panglima yang ahli memenangkan perang, bukan hanya memiliki pasukan kuat, tetapi memiliki strategi jitu bagaimana mengalahkan lawan.

Mencapai tujuan adalah sebuah perang. Perang melawan berbagai hambatan. Jika Anda tidak memiliki strategi yang jitu, akhirnya Anda akan mudah kalah oleh hambatan. Bukankah ini sering terjadi?

Jika Anda sekarang sudah dengan begitu mudah mengalahkan lawan yang menghalangi Anda meraih tujuan, ya, Anda tidak butuh strategi. Artinya Anda sudah kuat. Tapi jika masih kesulitan dan gagal meraih tujuan, artinya Anda masih kalah oleh musuh Anda. Artinya Anda membutuhkan strategi.

Strategi Adalah Penempatan Yang Tepat

Apa yang dilakukan oleh pasukan Spartan?

Saya teringat dengan salah satu prinsip dari buku The Art of War karya Sun Tzu:

Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran” (Sun Tzu)

Inilah yang dilakukan oleh pasukan Spartan. Mengenali diri sendiri, mengenali pasukan lawan dan lebih penting mengenal medan pertempuran. Kemudian mereka memposisikan diri dalam posisi yang paling menguntungkan. Inilah inti strategi: memposisikan diri di posisi yang paling menguntungkan.

Lalu bagaimana penerapannya dalam usaha mencapai tujuan?

Pertama Kenali Dirimu

Apa hal paling penting yang harus kita kenali dari diri?

Banyak yang mengatakan kelebihan dan kekurangan kita, sehingga kita bisa memilih tujuan yang tepat. Mungkin Anda sudah berpikir seperti ini. Namun tidak. Memang, memahami kelebihan dan kekurangan kita itu sangat penting.

Tetapi, yang lebih penting adalah mengenal keinginan Anda. Apa sich yang benar-benar Anda inginkan? Jika Anda sudah bisa menemukannya, maka Anda akan memiliki energi luar biasa untuk meraih sukses.

Tujuan itu adalah keinginan. Jika keinginan Anda lemah, maka motivasi dan upaya Anda pun akan lemah untuk meraihnya. Disinilah pentingnya kenapa kita harus benar-benar memilih tujuan yang benar-benar Anda inginkan. Sehingga Anda bersedia melakukan apa pun (selama halal) untuk meraih tujuan ini.

Banyak orang yang katanya sudah memiliki tujuan, tetapi saat mencoba meraihnya kemudian bertemu dengan hambatan, dengan mudahnya menyerah. Beribu alasan keluar, beribu dalih keluar, dan beribu pembenaran keluar. Jika Anda benar-benar menginginkannya, Anda tidak akan menyerah, Anda akan terus mengejarnya.

Jadi, jika Anda ingin berhasil meraih tujuan Anda, jangan menetapkan tujuan yang tidak benar-benar Anda inginkan. Mungkin perlu perenungan lebih dalam, apa sich yang benar-benar Anda inginkan. Sesuatu yang membangkitkan emosi, membangkit semangat, dan memunculkan tekad pantang menyerah.

Cobalah tuliskan berbagai keinginan yang terlintas. Kemudian tanyakan mengapa Anda menginginkan hal tersebut. Periksa masing-masing keinginan Anda dengan pertanya “mengapa”. Tanyakan lagi mengapa dan mengapa. Kadang kita perlu menggali sampai 3-4 kali mengapa.

Perhatikan emosi Anda. Jika biasa-biasa saja saat Anda sedang menggali “mengapa”, artinya Anda tidak benar-benar menginginkannya.

Selanjutnya, alihkan ke keinginan lain. Gali lagi mengapa Anda menginginkan hal tersebut. Perhatikan emosi Anda. Apakah ini yang benar-benar yang Anda inginkan? Coba periksa semua keinginan Anda, sampai Anda menemukan apa yang benar-benar Anda inginkan.

Saat emosi Anda memuncak, sampai timbul tekad akan meraihnya apa pun hambatan yang terjadi, maka itulah keinginan terkuat Anda. Inilah hasrat inti atau core desire Anda. Inilah DNA Sukses Anda.

Sebagai clue, biasanya hasrat inti itu tidak berkaitan dengan kebutuhan materi, namun lebih kepada kebutuhan emosi seperti cinta, aktualisasi diri, dan kepuasan emosi lainnya. Banyak orang mengatakan ingin membeli rumah. Padahal bukan rumah yang benar-benar dia inginkan, tetapi memberikan kebahagiaan, kenyamanan, dan keamanan untuk orang-orang yang dia cintai. Ini tentang cinta.

Sekarang Anda sudah mengenali diri Anda, apa yang sebenarnya Anda inginkan?

Kenali Musuh Anda

Jika Anda sebelumnya pernah mencoba meraih tujuan, seharusnya sudah mulai mengenal siapa musuh Anda. Dan, musuh ada bukanlah orang lain. Bukan sama sekali. Musuh terbesar adalah “diri Anda yang lain”.

Diri Anda yang suka menyuruh Anda untuk malas, diri Anda yang menyuruh Anda menyerah, diri Anda yang menyuruh Anda menunda-nunda. Musuh Anda juga adalah “dia” yang membuat Anda tidak yakin, khawatir, takut, dan ragu. Diri Anda yang lain yang sering kali enggan melakukan sesuatu.

Mungkin ada pesaing dari luar diri Anda. Namun jangan dulu berpikir mengalahkan pesaing sebelum Anda bisa mengalahkan diri Anda yang lain ini. Anda harus mengalahkan kemalasan, rasa enggan, ketakutan, keraguan, dan berbagai hal yang lainnya.

Jika Anda sudah mengenalnya, maka Anda BISA mencari cara bagaimana agar bisa mengalahkan musuh-musuh Anda.

Mungkin Anda akan berargumen bahwa hambatan Anda itu adalah masalah teknis. Seperti tidak bisa melakukan sesuatu, tidak punya modal, tidak punya koneksi, dan sebagainya.

Memang betul, hambatan teknis bisa mengalahkan Anda. Namun, jika Anda sudah bisa mengalahkan “diri Anda yang lain” maka Anda dengan mudah bisa mengalahkan hambatan teknis.

Sebagai contoh, tidak bisa melakukan sesuatu harusnya tidak terjadi jika Anda tidak malas belajar. Jika Anda sudah bisa mengalahkan rasa malas belajar, maka apa pun bisa dipelajari dan Anda akan bisa melakukannya.

Jadi musuh Anda sesungguhnya bukan masalah teknis, bukan masalah kemampuan, bukan masalah ilmu, bukan masalah persaingan, bukan masalah lingkungan, tetapi musuh Anda itu adalah diri Anda yang suka berusaha menghentikan Anda.

Kenali musuh Anda ini, kemudian cari cara mengalahkannya.

In syaa Allah akan saya bahas di artikel lain tentang taktik mengalahkan musuh-musuh ini.

Kenali Medan Pertempuran

Pasukan Spartan bisa menahan gempuran pasukan Persia karena cukup mengenal medan pertempuran dan memanfaatkannya sehingga pasukan Persia begitu sulit melakukan serangan. Jumlah pasukan Persia yang besar seperti tidak berguna.

Setelah Anda mengenal diri Anda: hasrat inti Anda, kemudian Anda mengenal musuh Anda: “diri Anda yang lain”, maka pertanyaannya adalah dimana “mereka” bertempur?

Ya, ada di pikiran Anda. Pikiran Andalah medan tempurnya.

Anda harus mengenal pikiran Anda, mengenal cara berpikir Anda, mengenal model pikiran Anda, mengenal paradigma Anda. Setelah Anda mengenal pikiran Anda, pertanyaanya adalah apakah pikiran Anda itu menguntungkan pihak Anda atau pihak musuh?

Jika selama ini Anda kalah terus, artinya pikiran Anda menguntungkan pihak musuh. Jika Anda sudah menang, artinya pikiran Anda menguntungkan hasrat inti Anda.

Dan inilah strategi itu …

Penempatan dan Pengaturan

Pasukan Persia sangat kesulitan menyerang, meski memiliki jumlah pasukan yang besar dan peralatan yang lengkap, tetapi semua itu seperti tidak berguna dengan strategi yang tepat, yaitu mengatur posisi pasukan dan mengatur medan tempur yang menguntungkan.

Strategi yang tepat menjadikan kita lebih kuat, meski jumlah sedikit. Strategi yang salah akan melemahkan dan membuat diri kalah meski memiliki pasukan besar.

Kerajaan Persia keliharan ratusan ribu orang dan biaya yang tidak sedikit untuk mengalahkan pasukan Sparta yang hanya terdiri dari 300 orang saja. Mereka begitu kuat, karena strategi yang tepat.

Dalam berperang, setelah mengenal medan pertempuran, ada dua pilihan yang bisa dilakukan (ini adalah inti strategi), salah satu atau keduanya:

  • menempatkan pasukan Anda pada posisi yang paling menguntungkan (formasi pasukan) dan/atau
  • mengatur medan tempur agar menguntungkan Anda (contohnya membangun benteng)

Maksud penempatan dan pengaturan bertujuan agar musuh tidak berdaya melawan Anda, bahkan sebuah strategi sempurna saat Anda langsung memenangkan perang tanpa bertempur sama sekali.

Aplikasinya dalam meraih tujuan:

  • bagaimana menempatkan hasrat inti Anda dalam pikiran Anda, sedemikian hingga musuh-musah Anda tidak lagi berkutik. Caranya adalah dengan cara menjadikan hasrat inti Anda mendominasi pikiran Anda, sehingga tidak ada tempat untuk musuh-musah Anda.
  • mengatur pikiran Anda agar menguntungkan hasrat inti Anda. “Benteng” yang bisa Anda bangun dalam pikiran Anda adalah Pikiran Positif dan Kepercayaan Diri.

Kesimpulan

Berikut strategi meraih tujuan hidup Anda:

  1. Kenali dengan baik, apa yang menjadi keinginan besar Anda atau hasrat inti Anda
  2. Kenali musuh-musuh yang ada dalam diri Anda yang menghambat Anda dalam meraih tujuan Anda
  3. Posisikan hasrat inti Anda di pikiran Anda agar musuh-musuh tidak berkutik dengan cara mendominiasi pikiran dengan hasrat inti.
  4. Bentengi pikiran Anda dari serangan musuh-musuh Anda dengan Pikiran Positif dan Kepercayaan Diri yang tinggi.

Jika Anda sudah menerapkan keempat langkah strategi meraih tujuan hidup ini, maka kesuksesan tinggal menunggu waktu saja. In syaa Allah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield