Disiplin Diri Menuju Keberhasilan Hidup

Pada dasarnya setiap orang yang normal sudah memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk meraih keberhasilan hidup. Lalu kenapa hanya sedikit orang yang mampu meraihnya?

Karena kebanyakan orang kurang memiliki disiplin diri. Bagaimana pun tingginya ilmu Anda dan memiliki keterampilan yang mumpuni, tanpa disiplin diri akan sulit menuju keberhasilan hidup Anda.

Banyak yang sadar kalau dirinya tidak memiliki disiplin diri. Tapi tetap saja, meski sudah menyadarinya, disiplin diri sulit diterapkan untuk kebanyakan orang. Bagaimana dengan Anda?

Karena banyak orang yang tidak memiliki disiplin diri yang kuat, saat Anda memilikinya, maka Anda akan menjadi pribadi yang menonjol. Sebenarnya mau sukses itu “mudah” karena kebanyakan orang lemah, termasuk dalam disiplin diri.

Artikel ini akan membahas bagaimana pentingnya disiplin diri untuk kesuksesan dan bagaimana caranya agar kita memiliki disiplin diri.

Pentingnya Disiplin Diri Menuju Keberhasilan Hidup

Pada artikel sebelumnya saya pernah membahas tentang Sedikit Demi Sedikit Lama-lama Jadi Bukit, sebuah konsep sukses yang sederhana yang sebenarnya bisa dilakukan oleh semua orang. Lalu apa yang menghambat penerapan konsep ini? Ya, kurangnya disiplin diri.

Ada harga kesuksesan yang harus Anda mau bayar. Jika tidak, maka ibarat Anda menginginkan sebuah benda tetapi tidak mau membayarnya. Maka Anda tidak akan meraihnya atau untuk sebagian orang malah berpikir mencari cara tidak baik atau salah untuk meraihnya. Agar Anda bisa membayarnya, Anda membutuhkan disiplin diri.

Tanpa Disiplin Diri Sukses Adalah Tidak Mungkin

Tanpa Disiplin Diri Sukses adalah Tidak Mungkin. Titik.

Tanpa Disiplin Diri Sukses adalah Tidak Mungkin. Titik.

Untuk meraih sukses besar akan membutuhkan perjalanan panjang. Untuk meraih sukses besar dibutuhkan bayaran yang memadai agar cukup untuk membayar harga kesuksesan. Dan untuk memiliki bayaran yang memadainya, Anda harus memiliki disiplin diri yang kuat untuk mendapatkannya.

Ibarat Anda ingin membeli sesuatu yang mahal, maka Anda harus berdisiplin diri menabung sampai Anda mengumpulkan sejumlah uang yang cukup. Semakin tinggi harga barang yang Anda inginkan, akan semakin kuat disiplin diri yang dibutuhkan.

Untuk menabung saja, tantangannya begitu kuat. Sulit memiliki disiplin diri untuk terus menabung. Selalu ada godaan untuk berhenti dan menggunakan sebagian uang yang sudah terkumpul. Maka uang tidak pernah mencukupi dan Anda tidak pernah mendapatkan benda yang Anda inginkan.

Begitu juga untuk meraih kesuksesan besar, tidak mungkin Anda raih jika Anda tidak memiliki disiplin diri untuk meraihnya.

Sebaliknya, bagaimana pun beratnya masalah Anda dan tingginya cita-cita Anda, jika Anda memiliki disiplin diri untuk meraihnya, maka semuanya menjadi mungkin.

Dengan Disiplin Diri Hampir Semuanya adalah Mungkin

Dengan Disiplin Diri Hampir Semuanya adalah Mungkin

Hambatan-hambatan Anda Bisa Diatasi Dengan Self-Discipline

Banyak yang mengeluh dengan berbagai hambatan untuk meraih sukses. Sebenarnya bukan hambatan itu yang menghentikan Anda meraih sukses, tetapi Anda sendiri yang kurang memiliki disiplin diri untuk mengatasi hambatan itu.

Hambatan paling umum yang sering kita dengar adalah tidak bisa. Jika Anda memiliki disiplin diri untuk belajar, mencoba, berlatih dan membiasakan diri, maka Anda akan bisa. Kemampuan saya menulis bukanlah bawaan  sejak lahir. Tapi saya disiplin diri selalu membaca setiap hari, kemudian membiasakan diri menulis setiap hari.

Saya pernah menonton di TV ada seorang tunanetra yang menjadi blogger. Luar biasa bukan? Kuncinya karena dia memiliki disiplin diri. Juga ada seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, sehingga hanya satu jari yang bisa dia gunakan, tetapi dia juga seorang blogger dengan penghasilan tinggi.

Mereka punya hambatan, dengan disiplin diri bisa diatasi. Apa pun hambatan Anda, coba pikirkan hal apa yang harus Anda lakukan setiap hari dengan disiplin diri sehingga hambatan itu bisa teratasi.

Cara Membangun Disiplin Diri

Semua diawali dengan kejelasan dan big why. Kenapa Anda berdisiplin diri? Tentu harus jelas untuk apa. Tanpa kejelasan tidak akan pernah memiliki disiplin diri.

Tetapkan Tujuan dan Sistem Meraihnya

Langkah awal meraih sukses selalu diawali dengan tujuan. Jika tidak memiliki tujuan, bagaimana bisa mengetahui sukses atau tidaknya. Sesederhana apa pun, miliki tujuan. Misalnya saya ingin meraih penghasilan Rp 100.000.000 per bulan mulai awal tahun depan. Ini tujuan. Jelas.

Lalu bagaimana cara meraih tujuan Anda? Pasti ada rencana dan sistem yang harus Anda persiapkan. Inilah yang memungkinkan Anda bisa disiplin diri. Jika tidak ada rencana dan sistem, bagaimana bisa disiplin diri.

Disiplin diri adalah.

Disiplin Diri adalah kemampuan untuk menjadikan diri melakukan apa yang harus dilakukan saat Anda harus melakukannya. Terlepas Anda suka atau tidak.

Jadi langkah awal untuk disiplin adalah mengetahui apa yang harus dilakukan. Dan semua berawal dari tujuan, kemudian dari tujuan itu, disusun rencana dan sistem yang menjadikan kita mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meraih tujuan tersebut.

Keinginan Yang Kuat

Anda ingin sukses? Pembuktiannya ada di disiplin diri. Jika Anda benar-benar menginginkan sukses, maka Anda akan melakukan apa yang perlu Anda lakukan. Dengan keinginan sukses yang kuat, Anda tetap akan berusaha meski Anda tidak menyukai apa yang Anda lakukan.

Dalam meraih sukses, mungkin ada saja perasaan-perasaan yang akan mengganggu kita. Bisa jadi asalnya kita suka, tetapi dengan perubahan situasi dan kondisi Anda menjadi tidak suka. Ada bosan, lelah, jenuh, dan enggan menghinggapi diri. Solusinya adalah kembali kepada keinginan Anda. Jika keinginan Anda kuat, Anda akan terus bertindak, terlepas apa pun perasaan Anda.

Tangguh Dalam Menghadai Godaan dan Hambatan

Seperti yang disebutkan diatas, akan selalu ada godaan dan hambatan dalam disiplin disi. Termasuk keinginan untuk berhenti dan menyerah. Saya beritahu dari awal agar Anda mempersiapkan diri sejak sekarang.

Begitu juga akan ada hambatan-hambatan yang menghadang Anda. Selalu saja ada yang menghalangi baik secara fisik maupun mental. Anda harus tangguh menghadapinya. Semua orang mengalami, bukan hanya Anda. Yang membedakan orang sukses adalah mereka cukup tangguh dalam mengatasi hambatan.

Prioritas Pada Aktivitas Bernilai Tinggi

Kadang kita menghadapi sederet aktivitas yang harus dilakukan untuk meraih tujuan Anda. Banyaknya aktivitas ini malah membuat kita semakin enggan untuk melakukannya. Maka, saya menyarankan kepada Anda untuk memprioritas aktivitas yang paling bernilai tinggi.

Di ebook Revolusi Waktu, saya menyarankan menggunakan prinsip pareto untuk memprioritaskan pekerjaan kita. Diantara sekian banyak aktivitas, pilih 20% aktivitas terbaik yang memberikan hasil yang banyak. Karena menurut Pareto, biasanya 80% hasil itu datang dari 20% aktivitas.

Bahkan jika perlu, fokus saja pada 1 aktivitas. Pilih aktivitas paling penting (hanya 1) kemudian tetapkan bahwa itu yang akan Anda lakukan dengan disiplin. Tentu Anda harus memilih SATU aktivitas yang paling penting dan memberikan dampak yang besar.

Lalu bagaimana dengan aktivitas penting lainnya? Akan selalu banyak aktivitas penting dan Anda tidak bisa melakukan semuanya. Bagaimana dengan aktivitas mendesak? Akan dilakukan secara otomatis, karena mendesak. Namun utamakan dulu 1 aktivitas terpenting, hal-hal mendesak bisa dilakukan di sela-sela waktu yang ada.

Jika Anda pernah mengetahui konsep batu besar, jadikan SATU aktivitas terpenting Anda sebagai batu besar. Kemudian aktivitas mendesak sebagai pasir. Dahulukan batu sebelum pasir.

batu besar

Jika Anda mendahulukan batu besar, maka pasir bisa masuk. Jika Anda mendahulukan pasir, batu besar TIDAK masuk.

Tetapkan Minimum Quota Sesuai Kesanggupan Plus

Memang akan sulit jika kita mau disiplin diri melakukan hal-hal yang tidak kita sanggupi. Maka, untuk membentuk disiplin diri, tetapkan target kerja harian (quota) yang sesuai dengan kesanggupan Anda. Artinya quota yang menjamin Anda bisa melakukannya setiap hari.

Contoh, bagi Anda seorang blogger (seperti saya), tetapkan quota harian menulis sesuai dengan kemampuan Anda. Misalnya Anda mampu menulis 1000 kata per hari. Jika terlalu berat, bisa diatur lebih sedikit sesuai dengan kesanggupan. Misalnya 300 kata.

Sesuai kesanggupan ya, jika Anda sanggup 1000 kata, kenapa harus 300 kata? Sebaliknya jika Anda menetapkan terlalu tinggi, konsistensi dan disiplin diri tidak akan terbentuk. Kebiasaan tidak akan terbentuk karena tidak bisa setiap hari bisa Anda lakukan.

Anda boleh memulai dengan sebuah angka pasti bisa dilakukan setiap hari. Misalnya 100 kata, jika 300 masih tidak sanggup. Namun tidak sampai disana, harus ada target bahwa Anda akan meningkatkan quota harian Anda. Maka saya menambahkan “plus” setelah kata kesanggupan.

Ada dua macam makna plus yang bisa Anda pilih:

  1. Selalu lebih baik dibandingkan hari sebelumnya, bahkan jika hanya 1% atau kurang. Pegang prinsip, hari ini lebih baik dibandingkan hari kemarin. Jika setiap hari bisa lebih baik 1%, dalam 1 tahun bisa lebih baik berapa %? 365%? Salah, yang benar adalah 3740,93% !!!
  2. Target menantang. Mungkin Anda sudah sanggup 300 kata per hari. Buatlah tantangan menjadi 350 atau 400 kata. Tapi tetap target minimumnya 300, jika sudah mencapai 300 kata sebenarnya sudah sukses menjalani tugas hari itu, tetapi berusaha untuk mencapai hasil yang menantang, misalnya 350 atau 400 kata. Jika target menantang tidak tercapai, coba lagi besok, yang penting hari ini tercapai target minimumnya.

Silahkan pilih salah satu atau keduanya, sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda melakukan minimal salah satunya, maka kesanggupan Anda semakin lama akan semakin bertambah dan semakin cepat meraih tujuan Anda.

Bersyukur dan Hukuman

Jika suatu hari Anda berhasil melakukan apa yang harus dilakukan, maka syukuri. Jika gagal, maka Anda harus menetapkan hukuman. Boleh oleh diri sendiri. Terserah apa pun sebagai pembelajaran dan menjaga agar tetap disiplin. Akan lebih baik jika ada orang lain yang akan menghukum kita.

Hukuman bisa berupa push up, melakukan sesuatu yang tidak sukai, tidak melakukan yang disukai, atau apa pun itu untuk menjaga Anda tetap disiplin. Anda bisa menghukum dengan menggandakan target Anda. Silahkan.

Kapan hukuman diterapkan? Apakah satu hari saja tidak disiplin harus langsung dihukum? Boleh saja, itu lebih bagus. Namun Anda bisa membuat aturan lebih longgar, yaitu maksimum 2 hari berturut-turut absen Anda kena hukuman. Kenapa hanya 2 hari? Karena saat 2 hari saja Anda absen, sebenarnya Anda sudah merusak pola sampai 55%. Apalagi jika 3 hari dan seterusnya.

Satu hari absen sebenarnya sudah merusak pola sebesar 5%, tetapi kalau 2 hari sampai 55%. Pola Anda sudah rusak, jika tiga hari berturut-turut, Anda hampir menjadi nol lagi. Jadi jangan sampai absen 2 hari atau lebih. Jaga pola dan perkuat pola.

Biasanya pola akan terbentuk jika Anda sudah terbiasa selama 66 hari berturut-turut.

Penutup

Akan butuh perjuangan untuk belajar disiplin diri, namun hasilnya akan membayar. Anda tidak perlu berterima kasih setelah menerapkan artikel ini kemudian Anda menjadi orang yang lebih baik. Fokus pada diri Anda, apakah Anda ingin meraih sukses, menuju keberhasilan hidup, atau menjadi orang yang lebih baik.

Mau chat dengan saya tentang topik ini? Silahkan inbox saja di Facebook Sukses Optimis.

3 thoughts on “Disiplin Diri Menuju Keberhasilan Hidup”

  1. Alhamdulillah, telah memperoleh pencerahan bahwa disipin diri itu penting dalam menuju keberhasilah hidup.
    Saya akan mempraktekannya
    Terimakasih Pak Rahmat.

  2. Batu besar yang akan saya selalu ingat pa rahmat mungkin selama ini yang saya taburkan pasir sehingga batu besar mau masuk sudah tidak muat karena selama ini saya masukan pasir terus.
    Semangat dan salam sukses Asep indra (081268005503).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Anti-Spam by WP-SpamShield